Ekologi Media Sosial


Media sosial kini begitu terintegrasi ke dalam cara kerja orang sehingga para perancang media interaktif apa pun tidak dapat mengabaikan fakta bahwa orang akan menggunakan media sosial sebagai bagian dari interaksi mereka. Lebih jauh lagi, orang akan menggunakan berbagai aplikasi media sosial, saluran media sosial, untuk tujuan yang berbeda, sehingga menghasilkan ekologi media sosial. Ekologi ini berubah cukup cepat karena kelompok yang berbeda menggunakan saluran media sosial yang berbeda dan saluran itu sendiri berevolusi. Gambar diatas mengilustrasikan ekologi media sosial. Zhao dkk. (2016) membahas bagaimana orang menggunakan ekologi media sosial mereka dengan cara yang berbeda. Misalnya, orang hanya akan memposting foto terbaik mereka ke Facebook karena mereka tidak ingin teman-teman mereka melihat semua foto yang tidak menarik. Orang akan menggunakan alamat email yang berbeda untuk aktivitas rumah dan pekerjaan untuk menjaga identitas mereka tetap terpisah. Mereka mungkin menggunakan identitas yang berbeda di situs yang berbeda. Misalnya, jika mereka adalah anggota forum obrolan penggemar olahraga, mereka mungkin tidak ingin menggunakan identitas yang sama seperti untuk kontak bisnis mereka. Orang mungkin menggunakan profil yang berbeda di situs kencan seperti Tinder. Teknologi yang berbeda memungkinkan karakteristik media sosial yang berbeda. Facebook, misalnya, memungkinkan anda melihat teman mana yang sedang online. Teman online dapat berkomentar secara real-time tentang aktivitas seperti seseorang yang menyiarkan video atau menampilkan aktivitas lari mereka secara real-time.

 

Media sosial lainnya menggunakan informasi lokasi dari ponsel pintar untuk menunjukkan teman atau kolega mana yang berada di dekat Anda secara fisik secara real-time, atau untuk menunjukkan di mana orang-orang pernah berada di masa lalu. Foto dapat diberi tag lokasi. Berbagai aktivitas dapat diukur dan dikumpulkan untuk secara otomatis memberikan peringkat reputasi secara keseluruhan. Di dunia akademis, Google Scholar dan Researchgate.com adalah dua saluran yang menghitung skor berdasarkan berapa banyak artikel pengguna yang telah diunduh, berapa kali artikel tersebut telah dibaca, dan berapa kali artikel tersebut telah dikutip. Klout adalah layanan web yang menghitung pengaruh seseorang berdasarkan jumlah saluran media sosial yang mereka gunakan, berapa banyak teman dan pengikut yang mereka miliki, dan seberapa besar jaringan mereka secara keseluruhan. Zhao dkk. (2016) juga membahas bagaimana orang-orang memandang berbagai saluran media sosial dan berpikir tentang bagaimana konten akan meresap ke dalam jaringan sosial mereka. Berdasarkan karya Ervine Goffman (1959) tentang bagaimana orang menampilkan diri mereka dalam kehidupan nyata, mereka menunjukkan bahwa orang terus-menerus menilai ekologi jaringan sosial mereka dan merefleksikan karakteristik dan norma yang dirasakan dari berbagai saluran. Namun, pemahaman orang tentang bagaimana algoritma bekerja dalam berbagai keadaan dapat disalah artikan (Eslami dkk., 2016).

 

Sumber : Benyon, David. “Designing User Experience”. Pearson UK, 2019.  

Comments