Nasi
goreng sering disebut sebagai "makanan nasional" Indonesia, namun
sejarahnya merupakan perpaduan menarik antara tradisi pendatang dan adaptasi
lokal yang cerdas. Asal-usul nasi goreng sebenarnya berasal dari Tiongkok.
Masyarakat Tionghoa memiliki budaya pantang membuang makanan. Karena nasi sisa
yang sudah dingin tidak enak dimakan begitu saja, mereka memasaknya kembali
dengan bumbu-bumbu agar bisa dikonsumsi lagi dengan nikmat. Teknik menggoreng
nasi ini dibawa oleh para pedagang dan imigran Tiongkok ke wilayah Kepulauan
Nusantara (sekarang Indonesia) selama berabad-abad, terutama pada masa kejayaan
Kerajaan Majapahit dan penyebaran Islam. Meskipun tekniknya dari Tiongkok, nasi
goreng Indonesia memiliki ciri khas yang sangat berbeda dengan Chinese Fried
Rice (yang biasanya berwarna pucat).
Masyarakat lokal menambahkan bumbu
khas seperti terasi (belacan), bawang merah, bawang putih, dan cabai. Perbedaan
paling mencolok adalah penggunaan kecap manis. Kecap manis adalah inovasi lokal
Indonesia yang memberikan rasa karamel dan warna cokelat gelap yang khas pada
nasi goreng kita. Pada masa penjajahan Belanda, nasi goreng menjadi populer di
kalangan orang Eropa yang tinggal di Indonesia. Mereka menyukainya karena
kepraktisannya. Bahkan, orang Belanda membawa resep ini pulang ke negara
mereka, sehingga nasi goreng juga sangat populer di Belanda hingga saat ini. Popularitas
globalnya semakin memuncak ketika tokoh-tokoh dunia seperti Barack Obama
menyebut nasi goreng sebagai makanan favoritnya, dan melalui survei CNN
International yang sering menempatkan nasi goreng dalam daftar makanan terenak
di dunia.


Comments
Post a Comment