Masa kuliah seharusnya menjadi periode yang menyenangkan dan penuh semangat. Namun, terkadang rasa malas bisa menghampiri dan menghambat produktivitas. Kondisi ini dapat bervariasi dari sekadar enggan sementara hingga perasaan apatis yang berkelanjutan. Prokrastinasi, atau menunda-nunda pekerjaan, seringkali menjadi gejala utama dari rasa malas ini. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan rasa malas pada mahasiswa, di antaranya :
- Kurangnya
minat pada mata kuliah tertentu.
- Tingkat
stres yang tinggi akibat tekanan akademik.
- Manajemen
waktu yang buruk.
- Kurangnya
tidur atau istirahat yang cukup.
- Masalah
pribadi atau masalah dalam hubungan sosial.
Berikut
adalah beberapa strategi yang dapat dicoba untuk mengatasi rasa malas dan
meningkatkan motivasi belajar:
1.
Menetapkan Tujuan yang Realistis : tentukan tujuan yang spesifik, terukur,
dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART). Tujuan yang jelas akan
memberikan arah dan motivasi. Misalnya, alih-alih berkata “Saya ingin nilai
bagus,” lebih baik tetapkan “Saya akan belajar selama 2 jam setiap hari
Senin-Jumat untuk mata kuliah X.”
2.
Memecah Tugas Besar Menjadi Bagian Kecil : tugas yang besar dan kompleks
seringkali terasa menakutkan dan membuat malas untuk memulai. Pecah tugas
tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Selesaikan satu
per satu, dan berikan penghargaan pada diri sendiri setelah menyelesaikan
setiap bagian.
3.
Menciptakan Jadwal Belajar yang Teratur : buat jadwal belajar yang terstruktur
dan konsisten. Alokasikan waktu untuk setiap mata kuliah dan patuhi jadwal
tersebut sebisa mungkin. Jadwal yang teratur membantu membentuk kebiasaan
belajar yang baik.
4.
Menerapkan Teknik Pomodoro : teknik Pomodoro melibatkan belajar selama 25
menit, diikuti dengan istirahat singkat selama 5 menit. Setelah empat siklus,
ambil istirahat yang lebih lama (15-30 menit). Teknik ini membantu menjaga
fokus dan mencegah kelelahan mental.
5.
Mencari Teman Belajar : belajar bersama teman dapat meningkatkan motivasi dan
membuat proses belajar lebih menyenangkan. Diskusikan materi pelajaran, saling
bertanya, dan saling menyemangati.
6.
Menghindari Gangguan : saat belajar, hindari gangguan seperti media sosial,
televisi, atau notifikasi ponsel. Cari tempat yang tenang dan nyaman untuk
belajar.
7.
Memberikan Penghargaan pada Diri Sendiri : setelah menyelesaikan tugas atau
mencapai tujuan belajar, berikan penghargaan pada diri sendiri. Hal ini dapat
berupa menonton film, makan makanan favorit, atau melakukan aktivitas yang
menyenangkan.
8.
Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental : pastikan untuk mendapatkan tidur yang
cukup, makan makanan yang sehat, dan berolahraga secara teratur. Kesehatan
fisik dan mental yang baik sangat penting untuk menjaga motivasi dan energi.
9.
Mencari Bantuan Profesional Jika Diperlukan : jika rasa malas terus berlanjut
dan mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan
profesional dari psikolog atau konselor.
Mereka
dapat membantu mengidentifikasi akar masalah dan memberikan solusi yang tepat.
Tips
Tambahan untuk Meningkatkan Motivasi
Berikut
ini tips tambahan untuk meningkatkan motivasi:
1.
Visualisasikan kesuksesan : bayangkan diri mencapai tujuan akademik dan rasakan
kebanggaan atas pencapaian tersebut.
2.
Ubah lingkungan belajar : coba belajar di tempat yang berbeda, seperti
perpustakaan, kafe, atau taman.
3.
Temukan inspirasi : baca buku motivasi, tonton video inspiratif, atau dengarkan
podcast yang membangkitkan semangat.
Kapan
Harus Mencari Pertolongan Profesional ?
Jika
rasa malas disertai dengan gejala-gejala berikut, segera cari bantuan
profesional (psikolog/psikiater) : perasaan sedih atau putus asa yang
berlarut-larut, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai, perubahan
nafsu makan atau pola tidur, sulit berkonsentrasi dan punya pikiran untuk
menyakiti diri sendiri.
Sumber : https://www.halodoc.com/

Comments
Post a Comment