Dalam
kehidupan ini sebagian orang tetap menjalankan ibadah dengan rutin, akan tetapi
dirinya tetap melakukan kemaksiatan. Mereka tidak menganggap buruk
perbuatannya. Seperti dikutip dari buku Fiqih ASN dan Karyawan oleh Ustadz Ammi
Nur Baits, Seorang anggota DPR yang sering makan suap menyampaikan prinsip
hidupnya, bahwa semua bentuk pelanggaran suap, pungli, korupsi, dan seterusnya,
semuanya bisa tertutupi dosanya dengan shalat dan tahajud. “Sing penting ki
shalat, rajin ngibadah, tahajud, kabeh beres.” (Yang penting itu shalat, rajin
ibadah, tahajud, semua beres) Saya mendengar kalimat ini dari salah satu rekan
kontraktor. Dia menyampaikan ucapan salah satu anggota DPRD yang menurutnya
semua pelanggaran masalah dana negara bisa selesai dengan shalat dan tahajud.
Pengalaman
yang sama, saya pernah menyampaikan kajian tentang muamalah pegawai di sebuah
instansi pemerintahan. Saya sampaikan tentang bahaya mengambil dana negara,
uang haram, dan sejenisnya yang itu semua akan dipertanggungjawabkan di
akhirat. Hingga suasana kajian sedikit tegang. Seusai kajian, moderator
menyampaikan, “Yang penting itu menjaga ibadah, melaksanakan shalat, tahajud,
puasa, insyaallah semuanya masuk surga, dan jangan lupa sedekah.” Subhanallah,
mereka bersembunyi dibalik ibadah untuk bermaksiat. Sungguh ini adalah prinsip
yang sangat menyimpang dan harus diluruskan. Shalat, tahajud, puasa, itu semua
adalah ibadah pribadi. Sementara pelanggaran mengambil harta negara, uang
rakyat atau harta haram lainnya, itu pelanggaran sosial, yang bernilai dosa.
Anda bisa simak hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, “Suatu ketika ada
orang yang bercerita kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, 'Ya Rasulullah,
ada wanita yang rajin shalat, rajin puasa, rajin sedekah. Namun, dia suka
menyakiti tetangganya dengan lisannya.' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda, 'Dia masuk neraka.'” (HR. Ahmad 9675 dan dihasankan Syuaib
al-Arnauth). Laa ilaaha illallaah, sekalipun orang itu rajin ibadah, namun
ketika dia mengambil hak orang lain, dia terancam neraka.
Sumber : https://islamdigest.republika.co.id/

Comments
Post a Comment