Tidak Mau Memaafkan Orang Lain Bahkan Saat Lebaran


Lebaran atau Idul Fitri identik dengan tradisi saling bermaaf-maafan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pada momen ini, umat Islam biasanya menyambut hari kemenangan dengan penuh sukacita sambil mempererat silaturahmi dan membuka pintu maaf bagi keluarga maupun kerabat. Namun, dalam kenyataannya tidak semua orang mudah memberikan maaf, bahkan ketika suasana Lebaran yang penuh kehangatan tiba. Lantas, bagaimana hukumnya ?

 

Dalam ceramah yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV berjudul "Tidak Mau Memaafkan Orang Lain Bahkan Saat Lebaran, Bagaimana Hukumnya?", Buya Yahya menjelaskan memaafkan kesalahan orang sangat dianjurkan dalam Islam. Terlebih lagi pada momen Idul Fitri yang identik dengan memperbaiki hubungan dan mempererat silaturahmi. Menurut Buya Yahya, ketika seseorang melakukan kesalahan kepada kita lalu datang meminta maaf, maka tidak ada larangan untuk memaafkannya. "Kalau dia minta maaf kepada kita, maka kita maafkan, sah-sah saja," kata Buya Yahya. detikHikmah telah mendapat izin mengutip tayangan dalam YouTube Al-Bahjah TV. Ia juga mencontohkan kesalahan kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika seseorang tidak sengaja membuat kita kesulitan. "Misalnya tetangga parkir mobilnya terlalu maju sehingga menghalangi kita, lalu dia datang minta maaf, kenapa tidak kita maafkan?" ujarnya. Buya Yahya menegaskan bahwa sikap keras kepala yang tidak mau memaafkan justru bisa merusak hubungan dan memutus silaturahmi. Ia mengingatkan, "Islam mengajarkan lapang hati dan tidak memutuskan silaturahmi."

 

Mengutip buku Mukjizat Duit karya Ustaz H. Koko Liem, dijelaskan bahwa seseorang yang memutus hubungan silaturahmi cenderung akan hilang ketenangan dalam hidupnya. Mereka disebut akan lebih sering diliputi rasa gelisah dan kecemasan karena hubungan sosial yang rusak. Dalam ajaran Islam, memutus tali silaturahmi adalah perbuatan yang sangat dilarang. Karena itu, ada sejumlah kerugian yang bisa dialami oleh seseorang ketika memilih untuk menjauh atau memutus hubungan dengan saudara maupun kerabatnya. Ini beberapa kerugian yang dialami oleh orang yang memutus silaturahmi:

- Tidak diterima amalannya

- Tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT

- Mendapatkan azab

- Dilaknat oleh Allah dan dimasukkan ke neraka

- Tidak akan masuk surga

Melihat berbagai konsekuensi tersebut, sikap tidak mau memaafkan orang lain pada akhirnya dapat berujung pada putusnya tali silaturahmi. Karena itu, setiap muslim sebaiknya berusaha membesarkan hati dan berlapang dada agar hubungan persaudaraan tetap terjaga.

 

Momen Lebaran atau Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Dalam ajaran Islam, setiap muslim dianjurkan untuk selalu membuka pintu maaf agar persaudaraan dan tali silaturahmi tetap terjaga. Menukil buku Orang-orang yang Mendapat Rahmat oleh Thaha Abdullah, sikap pemaaf harus dimiliki oleh setiap muslim. Dalam surah Al-A'rah ayat 199, Allah SWT berfirman:

 

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

 

Artinya: "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."

 

Dalam sebuah riwayat dikatakan:

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( أفضل الإيمان الصبر و السماحة )) (صحيح) (فر،تخ،حم)

 

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Iman yang paling utama adalah sabar dan pemaaf atau lapang dada." (HR Bukhari dan Ad-Dailami)

 

Dari dua dalil itu, dapat dipahami bahwa sikap pemaaf merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sifat ini menunjukkan kelapangan hati, kesabaran, serta menjadi salah satu bentuk keimanan yang utama bagi seorang muslim. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membiasakan diri memaafkan kesalahan orang lain dan tidak menyimpan dendam dalam hati. Terlebih pada momen Idul Fitri seperti sekarang, sudah sepatutnya kita membuka pintu maaf dan mempererat kembali tali silaturahmi. Wallahu a'lam.

 

Sumber : https://www.detik.com/hikmah 

Comments