Kematian
adalah sesuatu yang pasti terjadi bagi semua makhluk. Tiap insan di dunia ini
berbatas waktu. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
هُوَ
الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ طِيْنٍ ثُمَّ قَضٰٓى اَجَلًاۗ وَاَجَلٌ مُّسَمًّى عِنْدَهٗ
ثُمَّ اَنْتُمْ تَمْتَرُوْنَ
''Dialah
(Allah) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menentukan batas waktu
hidup (masing-masing). Waktu yang ditentukan (untuk kebangkitan setelah mati)
ada pada-Nya. Kemudian, kamu masih meragukannya'' (QS al-An'am: 2).
Umur
manusia sepenuhnya ditentukan oleh Allah SWT. Manusia hanya dapat menerima
keputusan Allah SWT tentang umurnya. Karenanya, manusia tidak mengetahui
panjang pendek umurnya. Manusia juga tidak mengetahui sampai kapan ia akan
hidup di dunia. Hanya Allah-lah yang mengetahui. Manusia juga tidak bisa
mengurangi atau menambah umurnya. Jika ajalnya telah tiba, maka manusia akan
mati walaupun ia berusaha mengundurkannya. Demikian pula, jika ajalnya belum
tiba, manusia tetap tidak akan mati walau ia berusaha mempercepat kematiannya.
Allah SWT berfirman:
وَلِكُلِّ
اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
''Setiap
umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat
meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan'' (QS
al-A'raf: 34).
Rasulullah
SAW melarang umatnya memohon kematian. Beliau bersabda, ''Janganlah salah
seorang di antara kamu sekalian mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa
agar cepat mati sebelum kematian itu benar-benar datang kepadanya. Sesungguhnya
jika salah seorang di antara kamu sekalian mati, maka terputuslah amalnya. Dan
sesungguhnya tidak ada yang dapat menambah umur seorang mukmin kecuali kebaikan
yang diperbuatnya'' (HR al-Bukhari).
Umur
yang diberikan Allah SWT kepada manusia adalah amanat yang harus dijaga dengan
baik. Karena itu, harus diisi dengan kebaikan-kebaikan dan amal saleh. Nilai
umur manusia tidak ditentukan oleh panjang atau pendeknya, melainkan oleh
kualitas amal yang diperbuat dalam masa hidupnya. Dalam pandangan Rasulullah
SAW, umur yang panjang pada hakikatnya adalah yang diisi dengan perbuatan baik
dan amal saleh. Beliau bersabda, ''Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya
dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah ia berbuat baik kepada kedua orang
tua dan menjalin silaturrahim dengan sesama'' (HR Ahmad).
Panjangnya
umur seseorang tidak akan bernilai sama sekali jika tidak diisi dengan amal
saleh. Bahkan, boleh jadi usia panjang hanya semakin menjerumuskannya ke dalam
azab Allah SWT. Rentang usia yang diisi dengan perbuatan baik dan amal saleh
menjadi bukti kualitas hidup di dunia. Ini akan meninggikan derajatnya di sisi
Allah SWT. Ketika ditanya tentang siapa orang yang paling baik, Rasulullah SAW
menjawab, ''Yaitu orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sedangkan orang
yang paling buruk adalah orang yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya'' (HR
Ahmad). Setiap Muslim hendaknya menyadari kembali bahwa kematian akan datang
tanpa diduga. Kesadaran terhadap hal ini akan memotivasi untuk bersegera
mengisi umur di dunia dengan perbuatan baik dan amal saleh. Sebab, umur yang
disia-siakan pada akhirnya hanya akan melahirkan penyesalan yang tidak berguna.
Sumber : https://khazanah.republika.co.id/

Comments
Post a Comment