Meminta-minta
tanpa kebutuhan mendesak merupakan perbuatan yang tidak dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW bahkan menjadikan komitmen untuk tidak meminta-minta kepada
manusia sebagai salah satu pesan penting ketika membaiat para sahabat,
sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits sahih. Syekh Yusuf Qardawi dalam
buku Fiqhuz Zakat menerangkan bahwa Islam menanamkan pada setiap pribadi Muslim
untuk membenci meminta-minta. Hal itu sebagai pendidikan agar seseorang punya
ketinggian cita-cita dan percaya diri sendiri, dan agar terangkat dari lumpur
kehinaan. Rasulullah SAW telah menjadikan hal itu bagian dasar yang dibaiatkan
kepada para sahabat, dan mengkhususkannya dengan menyebut sebagai rukun baiat
yang utama.
Dari
Abu Muslim al-Khaulani, Auf bin Malik berkata, "Kami berada dekat
Rasulullah bersama tujuh orang atau delapan orang atau sembilan orang." "Rasulullah
SAW berkata, 'Mengapa kamu sekalian tidak berbaiat kepada Rasulullah SAW?'
Padahal kami baru saja berbaiat kepadanya." "Kami berkat, 'Kami telah
berbaiat kepadamu.' Rasulullah mengucapkan hal itu tiga kali. Kemudian kami
membukakan tangan kami, lalu kami berbaiat." "Berkata seseorang, 'Ya
Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu. Maka terhadap apa kami
harus berbaiat?'" "Rasul menjawab, 'Beribadahlah kamu sekalian kepada
Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun juga. Sholatlah kamu
sekalian lima waktu, dengarlah dan taatlah, dan rahasiakanlah kalimat yang
bersifat rahasia. Janganlah kamu sekalian meminta-minta apapun juga kepada
orang lain'." Berkata perawi hadis, "Maka nyatalah sebagian dari
golongan itu membuang cambuknya, dan mereka tidak meminta kepada seseorang agar
memberikan sesuatu kepadanya." (HR Imam Muslim, Abu Daud, Nasa'i dan Ibnu
Majah)
Demikianlah
para sahabat itu semua menerima baiat ini secara harfiah, sehingga mereka tidak
pernah meminta apa pun juga kepada orang lain, sampai kepada sesuatu yang
seolah-olah tidak membutuhkan harta dan tidak dituntut bersungguh-sungguh.
Mereka tidak pernah meminta pertolongan kepada orang lain, kecuali setelah
mereka berusaha menolong dirinya sendiri dan memantapkan dirinya pada agama
mereka yang benar. Dari Tsauban, yang dimerdekakan oleh Rasulullah SAW, ia
berkata, "Telah bersabda Rasulullah SAW: Barangsiapa yang sanggup
menanggung denganku untuk tidak meminta-minta kepada orang lain sesuatu apapun
juga, maka aku akan bersamanya masuk ke dalam surga." Tsauban berkata,
"Saya, wahai Rasulullah." Nabi Muhammad SAW bersabda, "Janganlah
engkau meminta apapun juga kepada orang lain." Maka Tsauban tidak pernah
meminta apapun juga kepada orang lain. (HR Imam Abu Dawud)
Rasulullah
SAW telah memberi gambaran kepada para sahabat bahwa tangan penerima adalah
tangan yang di bawah, sedangkan tangan yang tidak mau meminta atau tangan
pemberi adalah tangan yang di atas. Nabi Muhammad SAW mengajari mereka agar
melatih dirinya untuk tidak meminta kepada orang lain, maka Allah akan
memeliharanya, dan agar mereka merasa cukup dari bantuan orang lain, maka Allah
akan mencukupkan mereka. Dari Abu Sa'id al-Khudri, bahwa orang-orang dari
golongan Anshar meminta kepada Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW memberinya.
Kemudian mereka kembali meminta kepadanya, lalu Rasul memberinya pula, sehingga
ketika habis apa yang dimiliki Rasulullah SAW, beliau bersabda : "Apa yang
ada padaku, dari kebaikan, maka aku tidak akan menyembunyikannya dari kamu
sekalian. Barangsiapa yang memelihara dirinya dari meminta-minta, maka Allah
akan memeliharanya. Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya.
Barangsiapa yang berusaha untuk berlaku sabar, maka Allah akan memberikan
kesabaran, dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih
luas daripada kesabaran." (HR Imam Muslim)
Sumber : https://khazanah.republika.co.id/

Comments
Post a Comment