Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial,
tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam
kehidupan sehari-hari. Sekretaris Bidang KUB dan Pembinaan Mualaf Dewan Da'wah
Islamiyah Indonesia (DDII) Ustaz Ahmad Zuhdi mengajak umat menjadikan empat
fondasi utama ajaran Nabi, yakni menata niat, menghargai waktu, menumbuhkan
empati, serta menjaga integritas dan kehalalan rezeki, sebagai pedoman dalam
menjalani kehidupan. Ustaz Zuhdi menyampaikan, momentum peringatan Maulid Nabi
Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan,
melainkan menjadi sarana perenungan mendalam untuk menghadirkan kembali
nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ulama besar
ahli hadis, Imam Abu Daud, setelah menyaring 500.000 hadis menjadi 4.800 hadis
sahih dalam kitab Sunan Abu Dawud, menyimpulkan bahwa seluruh ajaran Islam dan
Sunnah Rasulullah SAW sejatinya bertumpu pada empat hadis utama. "Empat
intisari ajaran Nabi ini sangat relevan untuk kita jadikan pedoman hidup,"
kata Ustaz Zuhdi kepada Republika, Senin (24/8/2026).
Intisari
ajaran Nabi Muhammad
1.
Menata Niat (Nawaitu Lillahi Ta'ala)
إِنَّمَا
الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya
setiap amalan itu bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan
mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR Imam Bukhari dan
Muslim)
Ustaz
Zuhdi menjelaskan, prinsip ini mengajarkan bahwa tolok ukur utama setiap
tindakan, baik ibadah mahdhah maupun aktivitas sosial (ghair mahdhah), terletak
pada keikhlasan hati dan ketepatan tata caranya (ahsanu 'amala).
"Sebagaimana ketegasan ayat Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, orientasi
hidup seorang Muslim harus sepenuhnya ditujukan hanya untuk mengabdi dan
memohon pertolongan kepada Allah SWT," ujar Ustaz Zuhdi.
2.
Efisiensi Waktu dan Peningkatan Prestasi Diri
مِنْ
حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
"Di
antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna
baginya." (HR Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ustaz
Zuhdi menerangkan, dalam konteks kedisiplinan, pesan ini menekankan pentingnya
menghargai waktu (Al-'Asr). Jika dikalkulasi, betapa banyak umur manusia yang
terlewat hanya untuk hal-hal yang tidak produktif, sementara alokasi waktu
untuk beribadah sangat terbatas. "Seorang Muslim yang meneladani Nabi
wajib memiliki etos kerja tinggi, fokus pada hal berdaya guna, dan terus
meningkatkan prestasi hidupnya," ujar Ustaz Zuhdi.
3.
Menumbuhkan Empati
لاَ
يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidak
sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya
sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR Imam Bukhari dan Muslim)
Hadis
ini, Ustaz Zuhdi menerangkan, melatih untuk membersihkan hati dari penyakit
hasad (dengki) dan membangun rasa kebersamaan (kaljasadil wahid). Kesalehan
dalam Islam tidak boleh berhenti pada diri sendiri (kesalehan individual),
tetapi harus berdampak luas (kesalehan sosial), di mana seorang mukmin
senantiasa merindukan kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain (itsar).
4.
Integritas dan Menjaga Kehalalan Rezeki
إِنَّ
الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ
كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ
"Sesungguhnya
yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat
perkara-perkara yang syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh kebanyakan
manusia." (HR Bukhari dan Muslim)
Di
tengah kondisi ekonomi hari ini, Ustaz Zuhdi menjelaskan, keteladanan Nabi
Muhammad SAW mengajarkan pentingnya mencari rezeki yang halal dan baik (kasban
thayyiban), terutama dari hasil keringat sendiri dan aktivitas perdagangan yang
bersih (bai'un mabrur). "Menjauhi hal syubhat adalah kunci agar harta dan
kehidupan kita membawa keberkahan," ujarnya. Melalui momentum Maulid Nabi
ini, Ustaz Zuhdi mengajak menjadikan empat prinsip ajaran Rasulullah SAW yang
dirangkum Imam Abu Dawud tersebut sebagai peta jalan (roadmap) untuk memperkuat
karakter, integritas, dan kontribusi nyata diri bagi masyarakat dan bangsa.
Sumber : https://khazanah.republika.co.id/

Comments
Post a Comment