Rumah
tangga yang harmonis dan bahagia tidaklah bersandar pada materi semata. Justru
bahagia itu terletak pada sejauh mana peran nilai-nilai agama mendominasi
eksistensi rumah tangga itu. Kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW yang penuh
berkah, ketenteraman, dan kebahagiaan, selayaknya menjadi panutan kaum
Muslimin. Semasa hidup, Rasulullah SAW tidak pernah memiliki rumah mewah dan
harta berlimpah. Bahkan, ketika Umar bin Khathab mengunjungi beliau suatu hari,
didapatinya Rasulullah SAW sedang berbaring di atas pelepah daun kurma.
Sampai-sampai punggung beliau tergores saking kerasnya pelepah daun kurma itu.
Tetapi, dari kondisi yang sangat sederhana itu, beliau selalu mengucapkan,
"Baiti jannati", rumahku adalah surgaku. Itulah ciri rumah tangga
yang dibangun atas dasar keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT. Dalam rumah
tangga Islami, seluruh anggota keluarga memiliki peran dan fungsi yang jelas.
Masing-masing mereka menghormati perannya. Suami adalah pemimpin yang berakhlak
shodiqul wa'di (selalu menepati janji baik pada Allah SWT maupun masyarakat).
Suami berperan dapat menegakkan keadilan dan kasih sayang dalam memimpin
keluarga.
"Dan
dia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah
seorang yang diridhai di sisi Tuhannya" (QS Maryam [19]: 55).
Istri
berfungsi menaati suami dan bekerja sama dengannya dalam kebajikan dan takwa,
sehingga mampu mengayomi keluarga dengan kasih sayangnya yang tulus ikhlas.
Anak-anak pun menjadi cahaya mata karena ketaatan dan kesalehan mereka.
"Wahai
Rabb kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak keturunan kami
sebagai cahaya mata (penyenang hati) bagi kami, dan jadikanlah kami imam
(pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa" (QS Al-Furqan [25]: 74).
Dengan
iman, dia membedakan yang benar dari yang salah. Dengan iman pula ia memahami
baik dan buruk untuk kemudian berpihak pada yang baik. Bahkan, dengan iman itu,
setiap anggota keluarga mampu bersyukur manakala mendapatkan keberuntungan
betapapun kecilnya. Rumah tangga yang dibangun dengan landasan keimanan, pada
dasarnya telah membangun surga di dunia.
Sumber : https://khazanah.republika.co.id/





Rumbal
ReplyDelete